Rakor TPP Kabupaten Gorontalo Hingga Terbentuknya Asosiasi TPP
![]() |
| Dokumentasi Pelaksanaan Rakor TPP yang dipimpin Oleh Korkab TPP Ibu Emilia Parman S.H |
Kamis, 21 Mei 2026, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo yang bertempat di Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa. Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator TPP Kabupaten Gorontalo, Tenaga Ahli Provinsi, Pendamping Desa (PD), serta Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kabupaten Gorontalo. Rapat koordinasi berlangsung dalam suasana hikmat, hangat, dan penuh semangat kebersamaan guna meningkatkan kualitas pendampingan desa serta penguatan kapasitas seluruh Tenaga Pendamping Profesional.
Pada sesi pertama, Koordinator TPP Kabupaten Gorontalo, Ibu Emilia Parman, S.H., menyampaikan berbagai kendala dan permasalahan yang ditemui oleh masing-masing tenaga pendamping dalam pelaksanaan tugas di desa dampingan. Beliau juga menegaskan hasil evaluasi kinerja yang telah dilakukan, sekaligus memberikan penekanan kepada seluruh TA PIC kegiatan, Pendamping Desa (PD), dan Pendamping Lokal Desa (PLD) agar lebih meningkatkan kualitas kerja-kerja pendampingan di desa, baik dalam aspek administrasi, fasilitasi, maupun pemberdayaan masyarakat.
Selanjutnya, Tenaga Ahli Madya Provinsi Gorontalo, Bapak Farit Hubu, menyampaikan capaian kinerja TPP dalam penggunaan media sosial sesuai instruksi mingguan, yakni minimal tiga kali publikasi dalam satu minggu melalui platform Facebook, TikTok, Instagram, dan X (Twitter). Selain itu, beliau juga mengevaluasi capaian pembuatan Blogspot desa dan Blogspot masing-masing TPP. Dalam arahannya, beliau menegaskan agar seluruh TPP terus aktif memberitakan hasil kerja-kerja pendampingan desa melalui media sosial dan blog sebagai bentuk publikasi, transparansi, dan dokumentasi kegiatan pendampingan di desa.
Pada pembahasan berikutnya, TA Kabupaten Gorontalo, Bapak Sukri Harmain, menegaskan pentingnya percepatan pembuatan badan hukum (AHU) pada dashboard portal BUMDes bagi BUMDes yang belum berbadan hukum melalui laman [Portal BUMDes Kemendesa](https://bumdes.kemendesa.go.id). Beliau juga menekankan percepatan pemeringkatan BUMDes bagi desa yang telah memiliki badan hukum sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 dan Permendes PDTT Nomor 3 Tahun 2021.
Sementara itu, Tenaga Ahli Provinsi PIC Stunting, Bapak Hasan Mohammad, memberikan motivasi kepada seluruh peserta rapat dengan menekankan pentingnya meningkatkan “attitude, attention, dan assessment” dalam menjalankan tugas pendampingan. Beliau juga menyampaikan bahwa apabila terdapat kendala terkait website EHDW, maka sesama TPP dapat saling membantu dan melakukan asesmen bersama guna mengatasi berbagai persoalan teknis di lapangan.
Penegasan berikutnya disampaikan oleh Koordinator TPP Provinsi Gorontalo sekaligus Tenaga Ahli Provinsi, Bapak Yakob Mohammad. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kemampuan fasilitasi yang dimiliki TPP, yang meliputi skill, attitude, dan penampilan dalam memfasilitasi desa. Beliau menyampaikan bahwa apabila ketiga hal tersebut sudah tidak dimiliki oleh seorang TPP, maka kualitasnya sebagai pemberdaya masyarakat akan menurun dan tidak lagi mencerminkan profesionalisme seorang pendamping desa.
Memasuki pukul 14.00 WITA, rapat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi terkait berbagai kendala serta masalah yang dihadapi oleh masing-masing Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa di wilayah dampingannya. Diskusi berlangsung aktif dan konstruktif hingga kegiatan ditutup pada pukul 17.00 WITA oleh Koordinator TA Kabupaten Gorontalo.
Adapun hasil penting dari rapat koordinasi tersebut adalah terbentuknya Asosiasi TPP Kabupaten Gorontalo sebagai wadah pemersatu, komunikasi, serta perjuangan bersama seluruh Tenaga Pendamping Profesional di Kabupaten Gorontalo. Dalam pembentukan asosiasi tersebut, saudara Rinto Dj. Suaib dipercaya sebagai Ketua, Rasid Lapayo sebagai Sekretaris, dan Maryam Rauf sebagai Bendahara. Diharapkan dengan terbentuknya asosiasi ini, solidaritas, koordinasi, serta perjuangan TPP Kabupaten Gorontalo dapat semakin kuat demi mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang lebih baik.

Komentar
Posting Komentar